Sabtu, 24 September 2011

Bagaimana Proses itu Harus Dilalui???

Untuk menjadi seorang wirausahawan yang andal, diperlukan proses dan waktu yang cukup lama. Nah, bagaimana proses itu harus dilalui???


Ketika kita ingin memulai suatu usaha, pasti kita akan memulainya dari bawah / nol. Tidak ada seorang wirausahawan yang ketika memulai suatu usaha langsung berada diatas, pastilah ia mengalami jatuh bangun / pasang surut dalam menjalankan usahanya. Pengertian wirausahawan yang andal adalah wirausaha yang mempunyai semangat, sikap perilaku, dan kemampuan yang cukup baik untuk dapat memulai, memiliki, dan mengelola perusahaan yang resikonya tidak begitu besar dan kegiatan usahanya masih sederhana.


Memang benar setiap orang pasti menginginkan hidup sukses dan berhasil, baik dalam karier kerja, bidang usaha, maupun hubungan sosial dengan sesama manusia. Tetapi kesuksesan tidak datang dengan begitu mudah dan cepat. Bahkan, kesuksesan bisa saja diawali dengan berbagai kegagalan. Seseorang yang bijak tentu harus mau belajar dari kegagalan yang pernah dialaminya. Proses memperbaiki kegagalan dapat diperoleh melalui membaca buku, bertanya kepada orang lain, atau bahkan melakukan introspeksi diri.


Seorang calon wirausahawan harus mampu dan mau menangkap setiap peluang / kesempatan yang bisa mendatangkan keuntungan baik secara ekonomi maupun sosial. Apabila dia sendiri tidak mampu menangkap peluang, maka kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya makin tertutup. Semakin dia mampu menangkap peluang, semakin besar kesempatannya untuk memperbaiki taraf kehidupannya.


Setelah seorang wirausahawan bisa menangkap peluang, dia juga harus bisa menghitung secara matang kemungkinan berhasil / gagal dari setiap usaha yang dirintisnya. Perhitungan bisa dilakukan dengan melihat berbagai aspek seperti aspek sosial, ekonomi, dan teknik. Dari aspek sosial, seseorang bisa melihat apakah secara sosial usaha tersebut merugikan orang lain / tidak. Dari aspek ekonomi, perhitungan lebih menekankan pada seberapa besar biaya yang harus dikeluarkan dan berapa besar keuntungan yang akan diraih. Dari aspek teknik, perhitungan lebih menekankan pada perhitungan secara praktis dan bersifat teknis yang memfokuskan pada operasionalisasi usaha yang akan dijalankan.


Seorang wirausahawan juga harus bertekad untuk selalu meningkatkan pengetahuannya terutama menyangkut usaha yang ditekuninya. Pengetahuan yang harus selalu bertambah adalah pengetahuan yang menyangkut kualitas, produk, produk pesaing, harga pasar, dll. Seorang wirausahawan harus senantiasa melihat usaha sebagai suatu proses dan bukan tujuan akhir. Berapapun keuntungan yang diperoleh tidak akan membuatnya berhenti dan puas begitu saja. Dia juga harus selalu memikirkan untuk menghasilkan produk terbaik pada waktu yang akan datang.


Bahkan bila dalam suatu usaha telah berhasil, dia akan melihat kemungkinan adanya peluang dibidang lain. Seorang wirausahawan yang baik tidak akan pernah berhenti berpikir untuk maju dan tidak cepat merasa puas terhadap hasil yang akan dicapainya. Itulah proses yang harus dilalui oleh seorang wirausahawan yang akan menjadi andal dan sukses.


Pertanyaan Yang Harus Dijawab???

Krisis ekonomi sangat berpengaruh terhadap aktivitas para wirausahawan, bahkan ada yang gulung tikar. Nah, langkah apa yang harus diambil untuk mengantisipasi adanya krisis tersebut????


Ketika terjadi krisis ekonomi baik nasional maupun internasional, maka semua harga barang-barang akan naik. Baik harga barang kebutuhan sehari-hari maupun harga bahan baku industry. Apabila harga bahan baku industri-industri naik, contohnya industry makanan atau kerajinan tangan, maka modal yang diperlukan akan bertambah. Belum lagi untuk membeli segala perlengkapan lain industri untuk proses produksi. Karena harga segala sesuatunya naik, dan industry sudah mengeluarkan modal besar, hasil akhirnya barang produksi pabrik yang akan dijual mengalami kenaikan. Belum tentu keadaan seperti ini dapat diterima dimasyarakat. Alhasil karena naiknya harga-harga barang industry, banyak orang berpikir dua kali untuk membelinya. Jangankan untuk membeli barang-barang, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari juga sudah sulit karena kenaikan harga-harga yang tidak didukung dengan kenaikkan gaji setiap bulan. Hal inilah yang membuat para wirausahawan yang banyak membuka industry-industri gulung tikar, dikarenakan tidak mendapatkan keuntungan tetapi mengalami kerugian karena barang-barang produksi yang tidak laku dijual dan tidak sanggup menggaji karyawan. Akhirnya banyak karyawan-karyawan yang di PHK karena pihak perusahaan sudah tidak sanggup menggaji karyawan karena sudah tidak memiliki pemasukan.


Langkah yang harus diambil para wirausahawan untuk mengantisipasi adanya krisis ekonomi yaitu dengan membuka usaha lain yang kira-kira tidak membutuhkan modal besar dan bahan baku yang dibutuhkan juga tidak mahal dan tidak sulit didapat. Apabila seorang wirausahawan melakukan hal demikian, maka ia memiliki cadangan pemasukan keuangan selain usaha yang satunya ketika krisis ekonomi terjadi. Seorang wirausaha juga akan memperoleh keuntungan dengan membuka usaha yang kreatif dan inovatif dengan menjual barang yang relative murah, sehingga walaupun sedang terjadi krisis ekonomi, masyarakat tetap membelinya/mengkonsumsinya. Jadi kedua belah pihak sama-sama merasa diuntungkan walaupun sedang terjadi krisis ekonomi.


Jumat, 23 September 2011

WIRAUSAHA DILAHIRKAN / DILATIH

Seluk-beluk Definisi Wirausaha...


Sebelum saya memberikan jawaban sebuah pertanyaan yaitu, “Wirausaha dilahirkan / dilatih???”, maka terlabih dahulu kita harus mengetahui definisi wirausaha.


Manusia memiliki kesempatan untuk mengubah nasibnya. Hal itu dapat terjadi karena manusia mampu bertindak dan melakukan sesuatu yang mendatangkan keuntungan. Banyak orang disekeliling kita yang dalam waktu relative singkat telah menjadi orang kaya. Banyak orang seperti mendapat mukjizat karena dalam waktu yang tidak begitu lama telah sukses sebagai pengusaha. Pertanyaannya sekarang adalah, “Tipe orang seperti apakah mereka yang sukses tersebut??” Jawabannya adalah tipe orang yang berani memulai usaha, dapat mengatasi masalah, dan berani menanggung resiko. Orang yang memiliki tipe seperti itu dikenal sebagai orang yang sukses berwirausaha.


Istilah wirausaha identik dengan wiraswasta. Kata wiraswasta berasal dari wira yang berarti utama, gagah, luhur, berani, atau teladan; swa berarti sendiri; sta berarti berdiri; dan swasta berarti berdiri diatas kaki sendiri. Wirausaha dapat diartikan sebagai suatu keberanian untuk memulai suatu usaha atas kekkuatan diri sendiri. Pengertian diri sendiri bukan berarti bahwa seseorang bekerja sendirian, tetapi lebih menekenkan pada cirri dan watak kemandirian dalam menjalankan usaha.


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, seorang wirausaha adalah orang yang pandai mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru,menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkan produk baru, dam mengatur permodalan perusahaan

.

Menurut Encyclopedia of Americana, wirausaha didefiniskan sebagai seseorang yang berani mengambil resiko dengan menyatukan berbagai fungsi produksi, termasuk modal, bahan baku, tenaga kerja, dan menerima imbalan dalam bentuk laba dalam nilai pasar yang dihasilkannya.


Joseph A. Schumpeter dalam bukunya The Theory of Economic Development mengartikan wirausahawan sebagai orang yang memiliki respon kreatif terhadap linkungan perekonomian, yang membuatnya sebagai pusat dari pengembangan bahan baku. Dalam bukunya yang lain yaitu, Capitalism, Sicialism, and Democracy, Joseph A. Schumpeter mwmberi arti wirausahawan sebagai orang yang selalu mencoba dan melekukan kemungkinan peluang bisnis yang baru dan belum pernah dicoba sebelumnya. Peluang itu adalah memproduksi komoditas baru atau komoditas lama dengan cara baru, mengorganisasi ulang sebuah industry dan membuka pasar baru atau mengeksploitasi penemuan baru.


Dari beberapa definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa wirausahawan adalah orang yang mampu menangkap peluang dan berani menanggung resiko, sanggup bekerja keras, percaya diri, memiliki bakat untuk memimpin, haus akan prestasi, berorientasi pada tugas dan hasil, serta mudah membuat penyesuaian dalam menjalankan usaha. Para wirausahawan mempunyai peranan penting dalam menggairahkan kegiatan perekonomian. Mereka berusaha mencari terobosan baru dalam menghasilakn suatu barang. Dalam proses produksi, mereka tentu membutuhkan tenaga kerja, sehingga bisa memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat luas. Para pekerja pun mendapatkan gaji yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam rangka mencapai kemakmuran. Para wirausahawan juga berperan dalam upaya meningkatkan pendapatan nasional. Mereka bisa menyumbang kenaikan pendapatan nasional melalui berbagai komoditas yang berhasil diekspor dan pembayaran pajak kepada pemerintah.


Beberapa hal berikut sangat berguna bagi wirausahawan untuk merencanakan dan menjalankan usahanya.


    1. Peluang usaha ntuk berkembang pada usaha yang dimulai.
    2. Pemehaman mendalam tentang bidang usaha yang akan digeluti.
    3. Informasi tentang pesaing dan calon prsaing pada bidang usaha tersebut.
    4. Perkiraan pasar yang akan dimasuki dan kesempatan pada pasar tersebut.
    5. Peluang untuk mendapatkan dana yang digunakan.
    6. Peluang untuk mendapat tenaga kerja dalam menjalankan usaha.
    7. Penentuan lokasi kegiatan usaha dengan alas an yang dapat dipertanggung-jawabkan.
    8. Ketersediaan jadwal kegiatan yang akan dilakukan.
    9. Pemahaman terhadap lingkungan tempat usaha.

Beberapa ciri-ciri wirausahawan yang handal :


    1. Memiliki rasa percaya diri dan sikap mandiri yang tinggi untuk berusaha mendapat penghasilan dan keuntungan.
    2. Mau dan mampu mencari serta menangkap peluang usaha.
    3. Mau dan mampu bekerja keras dan tekun untuk menghasilkan barang dan jasa, serta mencoba cara kerja yang lebih tepat dan efisien.
    4. Mau dan mampu melakukan komunikasi dalam melakukan tawar-menawar dan bermusyawarah dengan berbagai pihak.
    5. Menghadapi hidup dan menengani usaha dengan terencana, jujur, hemet, dan disiplin.

Untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, seorang wirausahawan harus membekali diri dengan beberapa persyaratn untuk menjadi seorang wirausahawan yang baik, diantaranya adalah :


    1. Memiliki modal.
    2. Mampu menagkap peluang.
    3. Mampu melakukan perhitungan secara matang.
    4. Berani mengambil resiko.
    5. Mamiliki manajemen waktu.
    6. Mau dan mampu bekerja sama.
    7. Ada keinginan untuk belajar.
    8. Tidak pernah mersa puas.

Sebetulnya setiap orang bisa jadi wirausaha. Mengapa saya bilang begitu? Ya karena pada dasarnya setiap orang punya jiwa juang. Jiwa juang inilah yang menjadi dasar penting untuk wirausaha. Jiwa juang ini dibawa sejak lahir. Buktinya, seorang bayi yang belum bisa berjalan, ia belajar berjalan awalnya mengalami jatuh bangun, kebentur meja, tersungkur, dll dengan dilatih oleh ayah ibunya, si bayi ini dilatih berjalan, dan akhirnya memang ia bisa berjalan. Semua karena daya juang alami yang dibawa sejak lahir. Ini bakat alam yang dibawa oleh setiap insan yang tentunya merupakan anugerah. Si bayi ini tidak mengenal rasa takut, rasa cemas, ataupun rasa khawatir ketika proses belajar berjalan ini. Dan ia pun terus didorong semangat, spirit dan dukungan dari orang tuanya, agar terus berjalan dan berjalan walaupun harus terjatuh berkali-kali. Seandainya, tiap orang dewasa mempunyai keberanian seperti bayi kecil ini, dalam memulai usaha, saya yakin akan ada banyak muncul wirausaha-wirausaha baru yang memiliki ide-ide yang kreatif dan inovatif.


Seorang wirausaha dapat berhasil dalam menjalankan usahanya karena ia memiliki bakat sejak lahir dan bisa jadi ia mengikuti pelatihan-palatihan yang diadakan oleh suatu lembaga tertentu. Dari dua kemungkinan inilah, seorang wirausaha dapat mencapai keberhasilan. Semua itu tergantung pada dirinya sendiri. Ada seorang wirausaha yang berhasil dan sukses dalam menjalankan usahanya karena beliau memang memiliki bakat sejak lahir atau mungkin karena factor keturunan dari orang tuanya. Tetapi ada juga seorang wirausaha yang sudah sreing mengikuti berbagai pelatihan tetapi tidak kunjung berhasil dalam menjalankan suatu usaha. Nah, inilah yang membedakan seorang wirausaha yang memiliki bakat alami dan seorang wirausaha yang sengaja dilatih tetapi tidak juga berhasil.


Seorang wirausaha yang berhasil dengan memiliki bakat alami, maka ia tidak perlu memiliki ilmu khusus yang diperoleh dari berbagai pelatihan. Ia pasti sudah tahu langkah dan cara apa yang harus ia ambil/jalankan untuk memulai usahanya. Sedangkan orang yang tidak memiliki bakat alami menjadi seorang wirausaha, walaupun ia sering mengikuti berbagai pelatihan dan memiliki banyak ilmu serta pengalaman tetapi ia tetap berbeda dengan seorang wirausaha yang memiliki bakat sejak lahir. Terkadang mereka yang sering mengikuti pelatihan, sering tidak berhasil dalam melakukan suatu usaha, entah apa yang kurang mereka miliki saya juga kurang tahu. Tapi dari beberapa orang pengusaha yang sudah berhasil, mereka tidak pernah mengikuti pelatihan-pelatihan, justru bakat yang mereka miliki yang mengantarkan mereka ke kesuksesan, contohnya Bob Sadino.


Jadi, seorang wirausaha bisa sukses karena ia memiliki bakat sejak lahir dan juga karena ia mendapat ilmu serta pengalaman dari berbagai pelatihan. Tetapi presentase keberhasilan seorang wirausaha yang memilliki bakat sejak lahir yaitu 80% berhasil, sedangkan yang dilatih melelui pelatihan-pelatihan oleh lembaga tertentu yaitu 55% berhasil. Tetapi semua itu tergantung dari masing-masing diri seorang wirausaha.


Sabtu, 14 Mei 2011

Kenyataan Politik di Indonesia

Definisi Politik dalam bahasa Indonesia, kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya.

Padahal definisi tersebut sudah diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, tetapi menurut saya definisi yang sudah diartikan para ahli tersebut tidak sesuai dengan keadaan politik di Indonesia sendiri.

"Kepentingan umum warga negara suatu bangsa", itu hanya omong kosong. Sejak dulu para politikus sudah beribu-ribu bahkan berjutu-juta kali mengatakannya di depan masyarakat luas, tapi apa buktinya????? bukan kepentingan umum yang mereka perjuangkan meleinkan kepentingan sendiri.

Politik suatu negara memiliki pengaruh besar terhadap kegiatan-kegiatan yang ada pada suatu negara. Salah satunya Perekonomian Negara. Apabila politik sedang kacau balau/tidak stabil, maka perekonomian negara pun ikut terganggu. Akibatnya, semua masyarakat akan mengeluh/tidak mampu mmenuhi kebutuhan ekonominya.

Jangankan orang tidak mampu,orang mampu pun kalau kebutuhan pokok/sehari-hari naik, juga ikut protes, apalagi orang tidak mampu. Sudah harga-harga barang kebutuhan pokok naik, tetapi gaji tetap segitu saja. Tetap saja kebutuhan pokok tidak dapat terpenuhi. Bahkan bisa-bisa banyak karyawan yang di PHK. Dan akhirnya pengangguran semakin meningkat, bukannya perekonomian.

Bagaimana negara ini mau maju coba???? para politikus kan mengerti masalah-masalah politik, mereka pasti orang pintar dan berkuasa. Seharusnya apa yang mereka janjikan kepada masyarakat, mereka penuhi. Jangan mengurusi koalisi partai dan pembangunan gedung baru DPR saja. Itu sama saja egois. Makan uang rakyat.

Sepertinya sudah banyak strategi-stategi/langkah-langkah yang diambil dalam mengatasi masalah politik nasional demi tercapainya kemakmuran, tetapi belum berhasil sepenuhnya. Bagaimana mau berhasil 100%??? yang digedein korupsinya bukan strateginya.

Orang mencuri ayam, di penjara berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, tetapi para pejabat yang korupsi bermilyar-milyaran tidak dipenjara bertahun-tahun, sekalinya dipenjara, ruang tahanannya VIP, memangnya hotel???? dari hal ini dapat kita ambil kesimpulan, kalau orang tersebut tidak tahu malu. Padahal para pajabat orang berpendidikan, tapi kelakuannya memalukan.

Inilah politik Indonesia yang semrawut. Kalau dibahas labih lanjut bikin pusing. Biarlah para politikus dan pejabat negara yang introspeksi diri sendiri. mudah-mudahan saja cepat sadar.






By : Rhesti

Lagi-lagi Fakta Politik...

Kalah sebuah peribahasa dengan kenyataan yang ada.
Hujan emas di Negeri orang, Hujan batu di negeri sendiri.
Yang dapat diartikan, seenak0enaknya tinggal di negeri orang, tetapi lebih enak tinggal di negeri sendiri walaupun dalam keadaan susah.

Tapi kenyataannya........
Banyak orang memilih hidup di negeri lain.
Karena tidak ada yang diharapkan di negeri sendiri.
Selain kebohongan dan keegoisan.

Buat apa kita mengalah terus.
Sekali-kali berontak, boleh dong.....
Toh,uang negara juga uang rakyat.
Tapi bagaimana cara rakyat meminta haknya??????

Minta untuk Perbaiki sekolah-sekolah saja, tidak diberi.
Padahal uang negara uang rakyat.
Tapi bagi para penguasa,,
Uang Negara, Uang saya..hahahahaha
Dan mereka berkata, "Politik Gitu Loh"....
Waduh Pak, Bu....
Bikin Ngantuk....





By : Rhesti

Fakta Politik VS Lirik Lagu

kalau membicarakan masalah politik, sebenarnya saya kurang tahu banyak. Tapi melihat keadaan politik di Indonesia sendiri, saya jadi sedikit tahu. Bukan saja di Indonesia,di negara lain pun politik juga menjadi bagian dari sebuah negara. Kekuasaan itulah politik. Siapa yang berkuasa dialah yang menang.

Banyak penyair dan musisi yang menciptakan berbagai karya yang terinspirasi dari politik dan politikus. Baik dari sisi positif maupun sisi negatifnya. Mereka tidak salah menyuarakan pikirannya lewat sebuah karya, tetapi ada beberapa orang yang merasa tersinggung mendengarnya.

Karena tidak terima dibicarakan yang macam-macam, orang-orang yang dimaksud lewat karya tersebut menuntut, dan akhirnya para penyair maupun para musisi dikenai hukuman penjara. Padahal setahu saya, mereka tidak bersalah, karena itu memang fakta/kenyataan sesungguhnya.






by : Rhesti




Seperti lirik lagu yang diciptakan Iwan Fals, "Bisnisku menjagal, jagal apa saja yang penting aku senang, aku menang, persetan orang susah karena aku, yang penting asik, sekali lagi asik. Itulah Kata Meraka.......

POLSTRANAS

POLSTRANAS

POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL
PENGERTIAN

Politik (politics) - kepentingan umum suatu bangsa, yang merupakan suatu rangkaian azas, prinsip, keadaan, jalan, cara dan alat untuk mencapai tujuan tertentu. Policy (kebijaksanaan) - penggunaan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap dapat lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, tujuan yang dikehendaki. Pengambil kebijaksanaan biasanya dilakukan oleh seorang pemimpin dalam usaha memilih cara-cara untuk mencapai tujuan antara politic dan policy terdapat hubungan yang erat dan timbal balik. Strategi adalah cara untuk mencapai suatu tujuan termasuk politik.

DASAR POLSTRANAS

Poltranas yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraan menurut UUD 1945. Jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang ada disebut sebagai suprastruktur politik,yaitu MPR, DPR, Presiden, DPA, BPK, dan MA. Badan-badan yang ada dalam masyarakat disebut sebagai infrastruktur politik, mencakup pranata-pranata politik yang ada dalam masyarakat, seperti partai politik, organisasi kemasyarakatan, media massa, kelompok kepentingan (interest group), & kelompok penekan (pressure group). Suprastruktur politik dan infrastruktur politik harus dapat bekerjasama dan memiliki kekuatan yang seimbang.

STRATIFIKASI POLSTRANAS

Stratifikasi Polstranas : stratifikasi kebijakan nasional dalam NKRI, meliputi : Tingkat Penentu Kebijakan Pusat, Tingkat Kebijakan Umum, Tingkat Penentu Kebijakan Khusus, dan Tingkat Penentu Kebijakan Teknis. Tingkat Penentu Kebijakan Puncak meliputi kebijakan tertinggi yang lingkupnya nasional mencakup penentuan Undang-undang Dasar, dan yang berkaitan dengan masalah makro politik bangsa dan negara. Penentu kebijakan puncak adalah kewenangan presiden sebagai kepala negara.

Bentuk hukum yang dikeluarkan berupa Dekrit, Peraturan atau piagam Kepala Negara. Tingkat Penentu Kebijakan Umum merupakan tingkat kebijakan dibawah Tingkat Kebijakan Puncak yang lingkupnya juga nasional dan ditekankan pada masalah makro strategis guna mencapai situasi dan kondisi tertentu yang diharapkan. Bentuk hukum yang dihasilkan adalah UU, PP, Keputusan atau Instruksi Presiden, dalam keadaan tertentu dapat dikeluarkan Maklumat Presiden.

Tingkat penentuan kebijakan khusus merupakan kebijakan umum yang merumuskan strategi, administrasi, sistem dan prosedur dalam bidang utama pemerintahan. Wewenang kebijakan khusus terletak pada menteri berdasarkan dan sesuai dengan kebijakan pada tingkat di atasnya. Bentuk hukum yang dikeluarkan berupa Peraturan Menteri, Kepmen, Instruksi Menteri, Surat Edaran Menteri.

Tingkat Penentuan Kebijakan Teknis ditekankan pada suatu sektor bidang utama dalam bentuk prosedur dan teknik implementasi rencana, program dan kegiatan. Wewenang pengeluaran kebijakan teknis terletak pada pimpinan eselon pertama Departemen Pemerintahan dan Pimpinan Lembaga-lembaga Non-Departemen. Hasil penentuan kebijakan berupa Peraturan, Keputusan, Instruksi Pimpinan Lembaga Non-Departemen atau Direktur Jenderal.

KETIDAKSEIMBANGAN POLITIK DALAM NEGERI

Politik tidak menghendaki kehancuran Indonesia sebagai kekuatan yg dapat menopang politik dan ekonomi negara maju, Tetapi negara maju juga khawatir Indonesia menjadi terlalu kuat sehingga sulit dikendalikan dan berpotensi merugikan kepentingannya. Berusaha memasuki kawasan politik dan ekonomi Indonesia agar dapat ikut posisikan Indonesia pada kapasitas yg wajar untuk tetap mendukung politik & ekonomi.

Kepentingan Negara Negara Regional Terhadap I N D O N E S I A Tidak menghendaki kehancuran Indonesia karena [exodus] bisa menimbulkan kerepotandan instabilitas regional. Tetapi mereka juga kawatir Indonesia menjaditerlalu kuat sehingga mengancam eksistensi politik dan ekonominya Berusaha memasuki kawasan politik dan ikut serta dalam kegiatan ekonomi dgn penguasaan saham dan kegiatan perdagangan Constrains and Disadvantage

POLITIK LUAR NEGERI

Yang dilakukan politik luar negeri : Menggunakan advantage untuk rengkuh peluang dan netralisir ancaman, Inovasi-inovasi baru untuk tingkatkan posisi tawar bagi kemenangan diplomasi Tidak bertentangan secara frontal dengan negara negara besar . Teruskan Kerjasama cerdas dan proaktif baik Bilateral maupun multilateralPolitik Politik Dalam Dalam Negeri Negeri Tanggulangi Ancaman Global Trans National Crime, Terrorism Radicalism, Separatism Perkuat Sistem Demokrasi Balance of Power, Transparansi Perkuat yang lemah, kontrol yang kuat Otonomi Daerah Secara Konsisten Langkah Sistematik& Berlanjut Perkuat hubungan2 antar Daerah.

STRATEGI POLITIK

Apakah perbedaan antara taktik dan sebuah strategi? Menurut jenderal Prusia yang terkenal, Carl von Clausewitz: “Taktik adalah seni menggunakan ’kekuatan bersenjata’ dalam pertemuan. Strategi merupakan seni menggunakan pertempuran untuk memenangkan peperangan dan bertujuan mencapai perdamaian. Rencana jangka panjang tersebut kita sebut strategi. Dalam Strategi ini, tujuan-tujuan jangka pendek dicapai melalui taktik. Namun, tanpa strategi, taktik tidak ada gunanya.

Di banyak negara demokrasi, politik sebagian besar dikuasai oleh pertimbangan-pertimbangan taktis, perilaku taktis serta tindakan yang bersifat jangka pendek dan terlalu seringkali terlalu dangkal. Hal ini juga terjadi dalam masyarakat di masa transisi seperti indonesia. Sejak pemilu terakhir, para pengamat politik dan masyarakat menjadi saksi beberapa langkah taktis yang brilian yang dilancarkan para politisi dan partai-partai politik Indonesia.

Tetapi, para politisi seringkali menolak adanya pola pikir yang militeristik dengan alasan ’kita tidak dalam keadaan perang, tapi dalam perundingan politik yang damai dan proses-proses lain’ dan ’para lawan politik kami bukanlah musuh’. Padahal, setiap ide politik yang baru (seperti menciptakan atau membubarkan sebuah departemen, pemberian subsidi, dan lain-lain) akan membingungkan masyarakat karena akan mengubah status quo, dan tidak setiap anggota masyarakat mendapat keuntungan dari adanya perubahan tersebut. Ada yang menang dan ada yang kalah.

Perencanaan yang strategis dan cermat (seperti persiapan dan perumusan konsep-konsep dan ide jangka panjang serta penerapan kebijakan dan kampanye pemilu) merupakan persyaratan bagi keberhasilan politik dan pembangunan berkelanjutan setiap institusi atau lembaga demokratis.
Namun, yang seringkali dilupakan oleh para politisi, terutama adalah strategi politik untuk pemilu. Tujuan dari setiap strategi bukanlah kemenangan yang dangkal – tapi perdamaian yang mendasar.

Dalam istilah politik, ’perdamaian’ ini berarti: penerangan program-program yang tepat dan reformasi. Jika tujuan jangka panjang – strategi - ini tidak tampak, misi bagi kemenangan akan tampak sebagai perjuangan bagi kekuasan dan kekayaan pribadi; sebagai sebuah perjuangan untuk mencapai tujuan-tujuan – selain tujuan yang telah ditetapkan.

Melalui program-program utamanya dalam pendidikan politik, dialog politik dan konsultasi politik berupaya melakukan peran dalam peralihan dan pengembangan pengetahuan politik yang bersifat strategis bermaksud memotivasi para praktisi politik di semua tingkatan legislatif dan eksekutif serta partai-partai politik untuk menggunakan instrumen-instrumen strategis bagi kebijakan-kebijakan yang dibuat. Agar tercapai pengorganisasian politik yang lebih berhasil-guna. Kami ingin mendorong diciptakan dan dikembangkannya konsep-konsep politik yang direncanakan secara strategis, yang meliputi pula unsur taktis dan unsur operasional.

Konsep abstrak seperti strategi politik, paling baik bila dijelaskan, dipahami dan diingat serta diletakkan dalam konteks praktis. Untuk memberi kesempatan melihat bagaimana strategi dapat diterapkan dalam praktik (baik berhasil maupun tidak), dan dalam rangka menyambut Pemilu 2004 di Indonesia, pada Maret 2003 memprakasai Program Kunjungan ke Jerman selama seminggu bagi para politisi dan wartawan.

Tujuannya adalah untuk memperlihatkan kepada para politisi indonesia serta para juru pemenang pemilu. Bagaimana cara merumuskan, mengorganisasikan dan menerapkan strategi politik pada pemilu tahun 2002 di Jerman. Untuk mempersiapkan kunjungan, sebelumnya ntelah mengumpulkan serangkaian materi – yang dikompilasi menjadi tiga bagian, dan kini tersedia bagi masyarakat yang tertarik dan memerlukannya.

Materi tersebut tidak saja meliputi strategi kampanye yang mutakhir – yang memberikan gambaran dari seluruh proses pemilu dan strategi kampanye partai-partai besar, tetapi juga mengungkapkan banyak hal yang berhubungan dengannya – misalnya tentang latar belakang keikutsertaan mereka, alat yang dipakai untuk mengukur iklim politik dan perasaan rakyat – sebelum dan setelah pemilu, serta hasil pemilu dan evaluasi pasca-pemilu.

Penyediaan materi ini tidak dimaksudkan agar publik Indonesia mengikuti atau meniru strategi yang dipaparkan, karena sudah barang tentu pemilu di Jerman berlangsung dalam sebuah konteks yang sangat berbeda dengan Indonesia. Budaya pemilu Jerman, misalnya, cenderung mengkonsentrasikan lebih pada masalah-masalah tematis dan jarang menggunakan cara-cara pengumpulan massa. Sebaiknya di Indonesia, pengumpulan massa dan pengibaran bendera selalu diutamakan dalam setiap kampanye pemilu.

Namun begitu, perbedaan tersebut sekilas mungkin tidak sebesar yang tampak di permukaan. Bahan bacaan ini dimaksudkan untuk memberikan inspirasi bagi semua yang terlibat dalam rencana politik strategis atau yang benar-benar mengikutinya serta untuk menjelaskan konsep abstrak dari strategi politik melalui contoh-contoh praktis. Di samping itu, semua yang dijabarkan di sini dapat diterapkan dalam sebuah konteks lokal di Indonesia pada pemilu mendatang dan seterusnya. Keberhasilannya tentu dapat diketahui setelah melalui beberapa pengujian.

Bacaan ini dibagi dalam tiga bagian – mengikuti tahapan logis dari seluruh proses pemilu. Bagian I mencakup bahan-bahan yang disiapkan sebelumnya atau menjelang pemilu; bagian II meliputi bahan-bahan yang terbit selama kampanye pemilu – seperti yang ditulis dalam artikel surat kabar secara bertahap dan berkesinambungan. Bagian III atau bagian terakhir merupakan kumpulan bahan yang diterbitkan setelah hari pencoblosan.

Bagian I merupakan sebuah pengantar, yakni ’Informasi umum tentang kampanye dan strateginya’: bagaimana merencanakan sebuah kampanye, bagaimana kampanye pemilu di Jerman mengalami perubahan, atau bagaimana ketika partai sebuah strategi yang benar-benar baru (sekurangnya di Jerman), partai tersebut memberikan contoh unsur-unsur sebuah kampanye pemilu yang berbeda dari kampanye pemilu pada umumnya, yakni unsur teknik, target, kampanye negatif, dan sebagainya.

Bagian I juga mencakup analisis pra-pemilu dari Pemilihan Umum Jerman oleh dua ilmuwan politik, yang dapat memberikan pandangan yang menarik, dan akhirnya analisis tersebut memberikan tinjauan kritis mengenai lembaga jajak pendapat atau lembaga polling. Lembaga-lembaga jajak pendapat telah memainkan peran yang semakin penting di setiap kampanye politik. Partai-partai peserta pemilu sendiri membutuhkan jasa mereka bahkan sebelum mereka mulai merumuskan sebuah strategi.

Selama kampanye, lembaga-lembaga jajak pendapat berusaha menarik perhatian masyarakat. Informasi ini bukan saja merupakan respon penting bagi publik, tetapi juga bagi para juru kampanye itu sendiri, karena saat ini lembaga-lembaga jajak pendapat telah memainkan peran utama dalam pemilu. Adalah hal yang penting untuk menyimak secara kritis cara kerja atau metode yang mereka gunakan, baik kekuatan maupun kelemahannya.

Perencanaan, Organisasi dan Penerapan Strategi’. Kampanye pemilu tahun 1998 dan juga kampanye tahun 2000 akan menjadi contoh cara merencanakan, mengorganisasikan dan merumuskan sebuah strategi. Kedua kampanye ini dipilih menjadi contoh karena merupakan tonggak penting bagi pemikiran politik strategis di Jerman. Selain itu, kedua partai tersebut menggunakan kampanye strategi yang berhasil ini sebagai landasan bagi strategi Pemilu 2002 mereka.

Adalah menarik untuk melihat bagaimana dua konsep ini bekerja untuk dua partai dengan kondisi yang berbeda. Bagian II juga meliputi pengantar pendek kampanye tahun 2002. Bagian utama dari bagian II ini adalah kumpulan artikel surat kabar tentang penerapan kampanye-kampanye selama Pemilu 2002. Artikel-artikel tersebut dianggap berhasil atau tidak.

Terakhir, bagian ini mencakup pilihan poster-poster kampanye dari partai-partai yang berbeda, yang menggambarkan bagaimana mereka berusaha menampakkan strategi yang berbeda.
Bagian III tentang ’Hasil Pemilu dan Analisis’. Hari pencoblosan adalah hari yang penting bagi partai-partai politik. Inilah saat dimana semua yang memanas pada akhirnya meredup. Saat itulah partai-partai mengetahui apakah strategi yang mereka rencanakan, organisasikan dan terapkan dalam waktu yang lama akan membawa keberhasilan atau tidak kepada mereka. Meskipun pada akhirnya memenangkan pemilu, kebanyakan analis berpendapat, pemenang sesungguhnya dari kampanye.

Koalisi Merah-Hijau hanya mendapat kursi mayoritas dari 306 (pada pemilu sebelumnya) menjadi 295 pada pemilu 2002. Analisis pasca-pemilu memainkan peran utama dalam seluruh proses pemilihan. Dengan menganalisa faktor-faktor: pada pemilih mana partai mendapatkan suara terbanyak. Apakah ada pilihan gender yang berbeda pada setiap partai, apakah rakyat di bekas Jerman Timur masih memberikan suara yang berbeda dengan rakyat di Jerman bagian barat dan sebagainya, partai-partai mendapatkan informasi penting bagi rencana strategis mereka di masa mendatang. Bagian III juga meliputi hasil-hasil pemilu bersama di dua negara bagian sebelum pemilu serta hasil pemilu bersama di dua negara bagian setelah pemilu.

Membandingkan pemilu di tingkat nasional dan lokal juga dapat memberikan pandangan strategis yang penting. Dalam hal pemilu 2002 pemilu bersama di negara bagian ’Hessen’ dan ’Niedersachsen’ memberikan sinyal penting. Meskipun baru saja memenangkan pemilu di tingkat nasional, partai tersebut kehilangan suara yang penting selama pemilu lokal di dua negara bagian. Kedua negara bagian itu sekarang dipimpin oleh CDU. Analis pemilu membicarakan keadaan para pemilih yang ingin ’menghukum’ koalisi pemerintah.

Mayoritas analis tersebut setuju bahwa meski faktor-faktor lokal juga memainkan peran dalam hasil pemilu bersama, politik tingkat nasional juga memainkan faktor yang penting. Jadi, pemilu di tingkat lokal memberikan indikator yang penting bagi politik di tingkat nasional. Seberapa baik politik kita berlangsung? Diagram suasana politik di Jerman sebelum dan setelah pemilu jelas menggambarkan kecenderungan yang menurun secara tiba-tiba.
Demikian bahan-bahan ini kami sediakan bagi Anda yang tertarik mengikuti ’pertarungan pemilu’. Semoga Anda dapat memetik manfaatnya.




http://id.shvoong.com/law-and-politics/1921043-politik-dan-strategi-nasional/
http://www.forum-politisi.org
http:// globalisasi.wordpress.com/2006/07/10/pengertian-strategi
http:// politik.kompasiana.com/2010/04/07/politik-strategi-nasional